Menampilkan 16 hasil.
Manajemen Risiko adalah proses mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan ancaman terhadap organisasi, termasuk risiko strategis, operasional, finansial, dan kepatuhan.
Tingkat risiko dinilai berdasarkan kombinasi kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact). Gunakan matriks risiko untuk mengkategorikan level risiko.
Empat strategi utama: Menghindari (avoid), Mengurangi (mitigate), Mentransfer (transfer), dan Menerima (accept).
Risk Owner adalah pihak yang bertanggung jawab atas pemantauan dan pengendalian risiko pada konteks tertentu.
Risiko harus direview secara berkala (mis. bulanan/kuartalan) atau saat terjadi perubahan signifikan pada konteks/operasi.
Saat risiko materialisasi, catat pada sistem melalui modul manajemen insiden, memicu notifikasi real-time ke risk owner, dan menjalankan playbook mitigasi yang telah ditentukan untuk mempercepat pemulihan serta meminimalkan kerugian.
SOP (Standard Operating Procedure) adalah dokumen yang menjelaskan langkah-langkah standar untuk menjalankan proses tertentu.
Siklus hidup SOP: penyusunan, review, persetujuan, publikasi, sosialisasi, implementasi, dan evaluasi/penyempurnaan.
Pemilik proses atau manajemen terkait bertindak sebagai approver sebelum SOP dipublikasikan.
Lakukan sosialisasi, pelatihan, audit internal, dan monitoring kepatuhan. Catat pelanggaran dan lakukan perbaikan.
Saat ada perubahan proses, regulasi baru, atau hasil evaluasi yang memerlukan penyempurnaan.
Insiden adalah kejadian yang mengganggu layanan atau proses normal dan perlu ditangani untuk memulihkan kondisi standar.
Umumnya: identifikasi, pencatatan, klasifikasi, eskalasi, investigasi, resolusi, dan penutupan dengan review.
Insiden adalah gangguan sesaat, sedangkan problem adalah akar penyebab yang menyebabkan insiden berulang.
Gunakan matriks keparahan berdasarkan dampak pada layanan, jumlah pengguna terdampak, dan durasi gangguan.
Lakukan post-incident review untuk mendokumentasikan pelajaran, tindakan pencegahan, dan perbaikan proses.